Penganugerahan Transmigran Teladan dan Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan tahun 2019

  Kamis, 15 Agustus 2019

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melaksanakan acara Pemilihan Transmigran Teladan dan Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan tahun 2019 di Jakarta pada Kamis (15/8).
 
Acara ini sebagai penghargaan dan pengakuan atas prestasi transmigran dalam meningkatkan kesejahteraannya, dan dedikasi para pembina permukiman transmigrasi dalam menata dan berkarya serta mengembangkan permukiman transmigrasi.
 
Dalam pemilihan ini diikuti oleh 17 orang Transmigran Teladan dan 17 orang Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan yang berasal dari 18 Provinisi Daerah Tujuan yang berpredikat teladan tingkat Provinsi dari sejumlah 23.490 KK transmigran pada 154 unit permukiman transmigrasi di 105 kabupaten.
 
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengapresiasi para transmigran dan pembina transmigran atas kontribusinya membangun di wilayah transmigrasi dan mampu meningkatkan ekonomi.
 
"Saya bangga transmigran teladan ini bisa berpendapatan 100juta pertahun. Malah ada transmigran yang pendaptannya lebih dari Rp.600juta pertahun. Kalah gaji menteri," ungkapnya saat acara Audiensi Transmigran Teladan dan Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan Tingkat Nasional Tahun 2019 di Balai Makarti Muktitama, Kantor Kemendes PDTT, Jakarta (15/8).
 
Ia melanjutkan, bahwa kunci semua itu adalah kualitas SDM. Bagaimana mengoperasikan teknologi pertanian, juga perlunya pelatihan hospitality untuk pengembangan di sektor pariwisata.
 
"Para transmigran ini dulunya ada yang sebagai supir truk, TKI, tukang tambal ban, buruh tani, kuli bangunan, buruh serabutan, security dll. Setelah ikut program transmigrasi mampu menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi, jadi memiliki lahan dan SHM," jelasnya.
 
Sejalan dengan hal tersebut Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) Kemendes PDTT M. Nurdin mengatakan penganugerahan ini adalah sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah atas upaya mereka sehingga berhasil dan memberikan perubahan.
 
Berdasarkan surat keputusan Mendes PDTT No.84 tahun 2019 tentang transmigran teladan dan pembina transmigrasi teladan, ditetapkan juara 1-3 dan harapan 1-3.
 
Transmigran Teladan 2019
 
Juara 1: Doddy Tisna Amijaya, Satuan Permukiman (SP) Tongo II SP.2 Lemar Lempo, Desa Sekongkang Atas, Kec. Sekongkang, Kab. Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat
 
Juara 2: Robert Kale, SP Laimbaru, Desa Laindeha, Kec. Pandawai, Kab. Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
 
Juara 3: Choirul Anwar, SP Lapokamata, Desa Siotapina, Kec. Lasalimu, Kab. Buton, Sulawesi Tenggara
 
Harapan 1: Roni Dwi Susanti, SP. Kabera, Desa Kabera, Kec. Bungku Barat, Kab.Morowali, Sulawesi Tengah
 
Harapan 2: Katiran, SP Waleh SP.3, Desa Waleh, Kec. Weda Utara, Kab. Halmahera Tengah, Maluku Utara
 
Harapan 3: Kabidin, SP SP.2 Teget, Desa Teget, Kec. Pintu Rime Gayo, Kab. Bener Meriah, Aceh
 
Pembina permukiman transmigrasi teladan 2019
 
Juara 1: Rahman Budiawan, SP Tanjung Buka, SP.6, Desa Tanjung Buka, Kec. Tanjung Palas Tengah, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara
 
Juara 2: Roni Ahmad, SP Motongkad, Desa Naungan, Kec. Motongkad, Kab. Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara
 
Juara 3: Nasrullah, SP Tongo II SP.2 Lemar Lempo, Desa Sekongkang Atas, Kec. Sekongkang, Kab. Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat
 
Harapan 1: Hermawan, SP Kabera, Desa Kabera, Kec. Bungku Barat, Kab. Morowali, Sulawesi Tengah
 
Harapan 2: Jumain, SP Lantang Talang, Desa Lantang Talang, Kec. Masamba, Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan
 
Harapan 3: Imanuel, SP Rano, Desa Rano, Kec Mehalaan, Kab. Mamasa, Sulawesi Barat
 
Acara yang rutin diadakan setiap tahun ini menilai transmigran teladan dan pembina permukiman transmigrasi yang proses pemilihannya dari tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Para peserta dinilai berdasarkan kualitas dan produktivitas sumberdaya masyarakat transmigran dan para pembina sebagai pendamping pengembangan masyarakat.
 
Ada pun peserta transmigran dan pembina kawasan transmigrasi teladan ini berasal dari Provinsi Aceh, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Papua, dan Papua Barat.  
 
Para transmigran dan pembina transmigran teladan selama kompetisi di Jakarta menghadiri beberapa agenda, salah satunya mendengarkan Pidato Kenegaraan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR), Senayan dan Upacara Kemerdekaan di Istana Negara bersama Presiden Republik Indonesia.