Dukung Pemberdayaan Kawasan Prioritas Nasional, IPB Terjunkan Ribuan Mahasiswa ke Desa

  Rabu, 19 Desember 2018

BOGOR - Institut Pertanian Bogor (IPB) rutin menerjunkan ribuan mahasiswa untuk mendukung pemberdayaan desa di kawasan prioritas nasional. Penerjunan mahasiswa merupakan komitmen IPB untuk  pengabdian masyarakat, terutama di daerah perdesaan.

Kehadiran mahasiswa di desa mendorong masyarakat untuk mengembangkan produk unggulan, perbaikan pelayanan desa, dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut dipaparkan oleh Sugeng Heri Suseno, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM IPB) dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kemitraan Kawasan Perdesaan di Grans Savero Hotel Bogor, Senin (17/12).

 

Menurutnya, jumlah mahasiswa yang diterjunkan selalu meningkat setiap tahun, mulai dari 1.544 orang (2016), 1.549 orang (2017), dan 2.211 orang (2018).

 

"Kegiatan mahasiswa mengacu pada empat prinsip, yaitu berbasis inovasi, bertumpu pada keunggulan lokal, pengembangan model dan replikasi, serta jaminan keberlanjutan," ungkapnya.

 

Selain itu, dalam kegiatan tersebut IPB juga membangun kerja kolaborasi dengan privat sektor, pemerintah daerah, dan petani untuk menciptakan sistem pertanian yang produktif, inovatif, mandiri, dan modern. Program tersebut telah menjangkau 31 kabupaten di Indonesia. Sebagian besar proyek implementasi menghasilkan produk unggulan kualitas ekspor.

"Produk inovasi Pepaya Callina telah menyebar di 88 kabupaten dan 38 kota. Produk ini telah menembus pasar di 11 negara, seperi Malaysia, Pakistan, Tanzania, Jepang, India, Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste, Thailand, Filipina, dan Vietnam," lanjut Sugeng.

 

Kegiatan pengabdian masyarakat yang diikuti mahasiswa terbagi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, KKN Kebangsaaan, IPB Goes to Field, SUIJI-SLP, maupun ASEAN-SLP.

Tak mau kalah, dosen dan alumni juga memiliki kegiatan serupa. Ada program Colaboration Innovation Center (CIC), Kinik Pertanian Nusantara IPB, Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK), Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA), Kemitraan desa lingkar kampus IPB, IPB Cyber Extension-Tani Center, IPB Peduli Bencana, dan Pemberdayaan Masyarakat melalui kerjasama Profesional.

 

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang juga memiliki kerja sama dan kemitraan dengan IPB menyambut positif program pengabdian masyarakat IPB. Kepala Subdit Kerjasama dan Kemitraan Masyarakat Desa, Kemendes PDTT Suhandani, mengatakan peran kampus sangat penting untuk percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kemendes PDTT mengembangkan pola kemitraan dengan kampus-kampus melalui Program Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides). Pada 2018, ada 84 perguruan tinggi yang telah menjadi mitra kementerian untuk mengembangkan terobosan dan inovasi di kawasan perdesaan.

"Kami membutuhkan dukungan dari kampus. Banyak terobosan dan inovasi dihasilkan kampus dapat mendongkrak perekonomian masyarakat desa," ungkap Dani.

Tak hanya kampus, Kementerian Desa PDTT juga memfasilitasi kerja sama antardesa maupun kerja sama desa dengan pihak ketiga. Di sejumlah desa, kegiatan kerja sama dan kemitraan mampu melahirkan desa yang memiliki pendapatan asli desa hingga miliaran rupiah.

"Ada 157 desa yang miliki pendapatan di atas 1 miliar. Ke depan, jumlah itu terus meningkat seiring peran kampus yang makin meluas," pungkasnya.

 

Dalam hal kemitraan IPB juga mengembangkan program pengabdian bekerja sama masyarakat akar rumput, seperti Sekolah Peternakan Rakyat, Komunitas Estate Padi, Kader Siaga Rabies, Kedelai Budidaya Jenuh Air, dan program lainnya. (*)